Lunturnya Nasionalisme

Apa itu Nasionalisme ?

Nasionalisme adalah suatu sikap bangga dan cinta terhadap tanah airnya yang mengikat suatu kelompok manusia berdasarkan kesamaan identitas sebagai sebuah bangsa. Pengertian bangsa ini, pada praktiknya sangat luas dan kadang malah bersifat imajiner. Kesamaan bangsa kadang bisa berarti kesamaan ras, budaya, bahasa, sejarah, dan sebagainya. Sehingga menumbuhkan rasa kerelaan diri untuk mengorbankan segala sesuatunya jiwa, harta, tahta, dan keluarga untuk mempertahankan dan memperjuangkan tanah airnya dari penjajahan bangsa yang lainnya. Inilah dulu yang diajarkan ketika kita masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Saat ini, itu semua tinggallah mimpi dan kenangan saja. Hilang terkubur seiring berjalannya waktu karena sesuatu hal. Entah kenapa nasionalisme ditubuh tunas bangsa ini kian luntur dan memudar. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan nasionalisme ini tumbuh dan berkembang dihati dan jiwa tunas bangsa ini.

Banyak cara mewujudkan nasionalisme, diantaranya sebagai berikut :
  1. Menciptakan produk-produk dalam negeri yang berkualitas dan dapat bersaing.
  2. Membeli produk-produk dalam negeri.
  3. Mengharumkan nama bangsa dengan berkarya dan berprestasi seperti memenangkan lomba ditingkat internasional, meraih penghargaan nobel, memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia.
  4. Menjaga dan melestarikan budaya-budaya bangsa yang ada agar tidak punah.
  5. Turut berpartisipasi menyelenggarakan dan memeriahkan acara HUT RI.
  6. Mempertahankan kesatuan NKRI baik wilayah, bangsa, dan SDA.
  7. dan lain-lain

Apa pentingnya Nasionalisme ?

Tak banyak orang yang memahami tentang pentingnya nasionalisme. Di zaman modern ini, banyak faktor-faktor dari dalam maupun luar yang mempengaruhi pemikiran dan sikap tunas bangsa sehingga mengabaikan nasionalisme. Padahal, nasionalisme dapat menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa untuk tidak mau direndahkan dengan bangsa lainnya. Setiap bangsa saling berlomba-lomba untuk memperkenalkan jati dirinya kepada bangsa yang lainnya agar lebih dikenal. Jika kita tidak memiliki rasa itu, maka kita kehilangan nasionalisme. Indonesia merupakan negara yang beranekaragam suku, budaya, dan agama hendaknya memiliki kebanggan karena keanekaragaman tersebut. Hal ini tentu unik karena tidak semua bangsa yang memiliki banyak keanekaragaman seperti kita. Seperti motto atau semboyan bangsa Indonesia yang diambil dari bahasa jawa kuna yaitu bhinneka tunggal ika yang artinya walaupun berbeda-beda tapi tetap satu.

Selain memiliki martabat yang tinggi, dengan nasionalisme maka kita dapat merasakan kemerdekaan yang seutuhnya dan kesatuan yang padu. Tidak ada lagi bentuk penjajahan terhadap bangsa ini karena kita kuat dan bersatu sehingga kita dapat menjadi bangsa yang maju, kaya, dan mandiri. Apakah pernah terbayang seandainya bangsa kita seperti Iran, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara? Mereka adalah negara-negara yang menjunjung tinggi nasionalisme sehingga bisa maju dan mandiri seperti saat ini. Sehingga nasionalisme itu sangat penting walaupun sering dianggap sepele oleh beberapa orang di Indonesia.

Apakah Nasionalisme Telah Luntur ?

Ya, nasionalisme telah hilang dalam jiwa bangsa ini. Apa yang mendasari ini? Bahwa negara kita ini bobrok, hanya menjadi negara yang berkembang saja dari tahun ke tahun yang mana perkembangannya sangatlah lambat. Sangat ironis sekali negara yang memiliki jumlah SDM besar dan SDA terbanyak masih belum menunjukkan perkembangan yang begitu pesat. Jepang saja yang tidak memiliki SDA saja merupakan negara maju di dunia. Bahkan singapura saja yang tidak memiliki wilayah yang luas merupakan negara maju dibandingkan dengan negara kita. Ada apa dengan ini semua? Kenapa bisa demikian? Itulah jika bangsa sudah tidak memiliki nasionalisme.

Bukti nyata yang menunjukkan bahwa nasionalisme telah luntur yaitu :
  1. Munculnya praktik korupsi secara besar-besaran hampir di setiap instansi pemerintahan yang ada dan sangat merugikan bangsa sendiri.
  2. Daya diplomasi yang sangat lemah ketika bangsa kita sedang bertikai dengan bangsa lainnya sehingga bangsa kita selalu mengalah dan dirugikan. Alhasil, bangsa kita semakin rendah martabatnya dihadapan bangsa lainnya.
  3. Produk-produk dalam negeri yang kalah bersaing dengan produk-produk luar negeri.
  4. Hasil karya anak bangsa yang dengan sangat rela dibeli bahkan dicuri oleh pihak luar karena sulitnya mendapatkan hak paten dari dalam negeri.
  5. Investor asing lebih berkuasa sehingga banyak keputusan yang lebih menguntungkan pihak investor asing tersebut daripada untuk bangsa dan negara.
  6. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak guna kelancaran pembangunan bangsa dan negara ini. Dan adanya makelar pajak yang menyelesaikan masalah pelanggaran pajak melalui jalur pribadi yang merugikan negara.

Apakah Nasionalisme Haram ?

Mayoritas manusia di Indonesia adalah umat islam walaupun banyak pula yang islamnya karena garis keturunan dan terpajang indah di KTP saja. Sebagian ulama dan umat islam menyatakan bahwa nasionalisme itu haram. Jika kita mencari disitus-situs internet tentang nasionalisme kebanyakan dari penulis di internet menyatakan haram. Hal ini bisa disebabkan karena dalam nasionalisme terdapat suatu fanatisme. Fanatisme yang berlebihan dikhawatirkan akan menimbulkan syirik dan lupa kepada ALLAH SWT. Syirik merupakan perbuatan yang dibenci dan diharamkan oleh Allah SWT serta merupakan dosa besar. Selain itu berdasarkan firman Allah SWT : "sesungguhnya kaum mukmin itu bersaudara"(QS al-Hujurat [49]. Artinya, bangsa atau etnis manapun, selama ia mukmin, adalah saling bersaudara. Rasulullah SAW juga telah menegaskan dalam sabda beliau berikut: "Bukan termasuk Ummatku orang yang mengajak pada Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah." (HR.Abu Dawud). Ashabiyah adalah sifat yang diambil dari kata ashabah. Dalam bahasa Arab, ashabah berarti kerabat dari pihak bapak. Menurut Ibn Manzhur, ashabiyyah adalah ajakan seseorang untuk membela keluarga, tidak peduli keluarganya zalim maupun tidak, dari siapapun yang menyerang mereka. Menurut penggunaan kata ashabiyyah dalam hadis identik dengan orang yang menolong kaumnya, sementara mereka zalim. Permasalahannya apakah kita menolong kaum yang zalim sebagai bangsa Indonesia? Tentu tidak, karena kita juga punya kepentingan didalamnya agar kita dapat juga memiliki kehidupan yang layak, hidup rukun dan damai sejahtera dengan sesama bangsa serta jauh dari bentuk penajajahan yang mengusik. Jika kita memperdebatkan tentang ini saya rasa akan terlalu luas dan panjang sehingga pembaca akan malas untuk membaca artikel ini. Saya akan bahas lebih lengkap lagi mengenai ini ditopik lainnya saja.

Namun dalam hal ini, perlu disadari bahwa manusia di Indonesia ini terlahir tidak hanya umat muslim saja, kita beragam suku, agama, dan budaya sangat dituntut untuk dapat menghormati satu sama lainnya. Untuk itu perlu adanya toleransi dan tenggang rasa antar umat beragama. Sesuai dengan Firman Allah SWT : "Hai manusia! Kami ciptakan kamu dari satu pasang laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu beberapa bangsa dan suku bangsa, supaya kamu saling mengenal [bukan supaya saling membenci, bermusuhan]. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu dalam pandangan Allah ialah yang paling bertakwa. Allah Maha Tahu lagi Maha Mengenal (Q.s. Al-Hujurat [49]: 13)". Jadi, Allah SWT telah menetapkan kepada kita hidup berbangsa dan bersuku-suku supaya tidak saling bermusuhan dan hidup rukun. Untuk menciptakan kerukunan ini dapat dilakukan dengan suatu sikap nasionalisme tersebut. Nasionalisme menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa dan sukunya, memiliki keinginan bersama untuk berkembang dan maju terhadap bangsa dan sukunya tersebut, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa dan sukunya untuk membela dan berjuang dari bentuk penjajahan. Dengan rasa nasionalisme tersebut, adanya harapan bahwa kita mewujudkan kesejahteraan dan kerukunan bersama hanya karena Allah SWT. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam bersabda "Wahai manusia Tuhan kalian satu dan bapak kalian satu kalian berasal dari Adam dan Adam dari tanah. Sesungguh-nya yg paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Tidak ada keutamaan bangsa Arab atas bangsa lain tidak pula bagi bangsa lain atas bangsa Arab tidak ada keutamaan bagi kulit merah atas kulit putih dan bagi kulit putih atas kulit merah melainkan dgn takwanya." (HR. Ahmad). Sungguh tidak ada yang mulia bagi kita selain orang-orang yang bertakwa dan itu hanya Allah yang Maha Mengetahuinya. Manusia tidak memiliki hak untuk menyatakan bahwa bangsa atau sukunyalah yang paling mulia.

Jadi, semua tergantung niat dan cara kita melakukan nasionalisme tersebut. Jika nasionalisme tersebut dilakukan secara berlebihan dan penerapannya benar-benar menyimpang dari syiar islam sehingga lupa kepada Allah SWT maka haram untuknya, dan nasionalisme dilakukan hanya karena Allah SWT yaitu menciptakan kesejahteraan dan kerukunan antar umat beragama agar hidup lebih harmoni dan damai apakah dapat dikatakan haram juga? Wallahu'alam. Semua kita bisa berpendapat sesuai dengan sudut pandang yang ditinjaunya.

Bagaimana cara menumbuhkan suatu nasionalisme ?

Banyak jalan menuju roma seperti pribahasa. Pribahasa tersebut mengandung makna bahwa untuk mencapai suatu tujuan atau mewujudkan suatu mimpi banyak jalan yang bisa kita tempuh karena tidak hanya satu jalan saja yang tersedia. Begitu juga dengan cara-cara yang dapat ditempuh untuk menumbuhkan dan mewujudkan nasionalisme sebagai berikut :
  1. Mengikuti upacara bendera dengan khidmat
    Penting ga sich mengikuti upacara bendera? Mungkin menurut beberapa orang hal ini hanyalah sekedar formalitas belaka, bukan hal yang utama untuk mewujudkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah airnya. Disisi lainnya, adanya upacara bendera ini diharapkan kita dapat dengan khidmat mengingat kembali dan mengenang perjuangan para pahlawan kita dahulu yang dengan susah payahnya diperoleh sehingga kita dapat meneruskan cita-cita para pahlawan yang telah berjasa terhadap bangsa dan negara ini. Dengan rasa bangga melihat kibaran bendera sang saka merah putih di langit luas. Hendaknya diberlakukan suatu sikap terhadap rakyat yang melihat pengibaran bendera ketika upacara dengan berhenti sejenak dan melakukan hormat hingga bendera berkibar. Tidak ada aktifitas yang berkeliaran ketika pengibaran bendera tersebut karena dari sinilah kita dapat melihat bersama-sama bahwa kita juga memiliki kebanggaan dan cinta terhadap tanah air. Dahulu, hal semacam ini pernah diterapkan. Namun sekarang, kejadian tersebut tidak pernah saya lihat lagi.
  2. Memeriahkan HUT RI
    Mengadakan kegiatan yang dapat mengingat dan mengenang perjuangan para pahlawan-pahlawan kita dahulu dalam memberantas dan mengusir penjajahan agar berkobar dalam jiwa kita semangat 45 untuk meneruskan perjuangan para pahlawan tersebut. Mengadakan lomba-lomba yang dapat menciptakan persatuan, kerukunan, dan kecerdasan bangsa. Membuat hiasan merah putih di sepanjang jalan yang tidak merusak lingkungan dan mengganggu pengguna jalan serta di masing-masing rumah maupun kantor.
  3. Memberikan penghargaan atas karya dan prestasi bangsa untuk negaranya
    Selama ini, penghargaan terhadap suatu hasil karya dan prestasi suatu anak bangsa kurang mendapat perhatian dan dukungan baik dari pemerintah maupun masyarakat. Misalnya,memberikan jaminan, penghargaan, atau hadiah bagi pegawai negeri, guru, dosen, siswa, mahasiswa, istri-istri pahlawan, atlit yang berprestasi terhadap bangsa dan negaranya. Hal ini sebagai motivasi agar lebih banyak lagi bangsa yang ingin menorehkan prestasi-prestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa. Selain itu, pemerintah hendaknya membentuk badan untuk mengurus hak paten terhadap karya-karya anak bangsa yang berkualitas dan bermanfaat agar dalam hal proses pengurusannya menjadi lebih mudah dan bangsa menjadi lebih bersemangat lagi dalam berkarya serta mendapat jaminan agar karya-karyanya tidak dicuri oleh bangsa lainnya.
  4. Bekerja dengan penuh tanggung jawab, amanah, dan jujur
    Jika diri kita dalam bekerja tidak didasari oleh sifat amanah, tanggung jawab, dan kejujuran maka tunggulah masa kehancuran kita dan usaha kita. Hal ini sudah tampak nyata dalam kehidupan sehari-hari dimana manusia. Korupsi dimana-mana, negara dirugikan, rakyat semakin menderita, dan para pelaku menuai malu dan hukuman dipenjara. Jika pegawai negeri bekerja malas-malasan maka manajemen kurang tertata dengan baik dan pelayanan terhadap masyarakat menjadi kurang memuaskan. Alhasil, perusahaan lambat untuk berkembang pesat dan masyarakat dirugikan waktu, biaya, dan lain-lain.
  5. Membantu pemerintah dalam melaksanakan program kerjanya
    Selama ini kita hanya bisa menkritik dan mengomentari kinerja pemerintah. Memang mudah untuk kita mengkritik dan mengomentari tentang berbagai kesalahan dari suatu kebijakan yang diterapkan, padahal dalam pelaksanaannya tak semudah apa yang kita bayangkan bahkan yang mengkritik atau mengomentari saja belum sanggup untuk melakukannya. Pemerintah sudah terlalu banyak menanggung beban-beban yang dipikul dari setiap permasalahan yang ada. Banyak juga yang tidak mendukung kinerja pemerintah, menjatuhkan kredibilitas pemerintah, dan sebagainya. Bagaimana pemerintah bisa bekerja dengan baik dan efektif kalau saja rakyatnya tidak mendukung setiap program kerja pemerintah yang positif? Banyak kepentingan politik dan golongan dibalik semuanya ini. Mulailah kita sadar sebagai masyarakat untuk membantu pemerintahan dalam menyelesaikan masalahnya.
  6. Mencintai dan membeli produk-produk dalam negeri
    Apapun yang terjadi tetap cintailah produk-produk dalam negeri dengan turut mengajak masyarakat untuk membelinya. Hal ini sebagai upaya untuk mengatasi persaingan dengan produk luar unggulan. Jika kurang puas, maka buatlah usaha sendiri berupa produk lokal yang berkualitas dengan harga yang relatif terjangkau.
  7. Melestarikan keanekaragaman budaya yang ada
    Hal ini dapat dilakukan dengan mendirikan sanggar-sanggar pelatihan tari tradisional, membuat museum budaya nasional, membuat film dokumenter tentang keanekaragaman budaya di Indonesia, menampilkan penari tradisional dan kesenian tradisional pada setiap acara, dan lain sebagainya. Diharapkan nantinya nilai keanekaragaman budaya kita tak lekang oleh waktu.
Key Words : Nasionalisme melawan bentuk penjajahan dan penindasan, Nasionalisme terhadap bangsa dan negara.

0 komentar:

Poskan Komentar